BTCClicks.com Banner

Wednesday, February 19, 2014

Juventus tentu tak ingin mengulangi mimpi buruk kala menjamu Trabzonspor

Tersingkir dari Liga Champions oleh tim asal Turki, Juventus tentu tak ingin mengulangi mimpi buruk kala menjamu Trabzonspor, dalam leg pertama babak 32 besar Liga Europa, Jumat (21/2) dini hari WIB.



Seperti diketahui, pada Desember lalu secara mengejutkan Si Nyonya Tua harus terlempar dari panggung akbar Liga Champions dari juara Turki, Galatasaray. Padahal di awal musim Juve mencanangkan prestasi di Eropa yang lebih tinggi dari musim lalu. Pada 2012/13, Andrea Pirlo cs terhenti di babak perempat-final LC karena kalah dari Bayern Munich yang akhirnya jadi juara.

Kini memori buruk Galatasaray harus dihapus dan dijadikan lampiasan kemarahan di Liga Europa. Segalanya bekal dimulai melawan Trabzonspor. Tepat rasanya karena tim tamu juga berasal dari Turki. Juve akan mengamuk di kandanganya.

"Hingga kini kami masih kecewa karena tersingikir lebih awal dari turnamen Liga Champions. Tapi setelah dua tahun, kami makin berkembang dan berpengalaman. Kini saatnya kami kembali memenangi sesuatu di Eropa!" tegas sang bos, Antonio Conte, jelang laga ini.

Keseriusan menyambut partai ini tampak jelas pekan lalu. Beberapa punggawa inti dicadangkan. Yang paling disorot tentu nama Carlos Tevez. Setelah mencetak dwi gol ke gawang Hellas Verona dua pekan lalu, El Apache tak dimainkan melawan Chievo Verona pekan lalu. Isyarat kuat bahwa Juve bakal mengeksploitasi kebugaran mantan penyerang Manchester United itu bisa jadi alasan.

Kerentanan sidikit hadir di lini belakang. Giorgio Chiellini masih belum mampu merumput karena lilitan cedera dalam dua pekan terakhir. Tak jauh beda dengan kompratiotnya, Andrea Barzagli. Situasi yang sama menghalanginya berlaga di partai ini, meski kondisinya disebut sudah membaik. Martin Caceres dan Angelo Ogbonna bakal diplot mengisi tempat Chiellini dan Barzagli.

Tak mendapat masalah di lini tengah yang jadi tumpuan I Bianconeri dua musim terakhir, skema direct pass dengan tempo tinggi bakal kembali diandalkan. Dihiasi kreatifitas Pirlo, suprise long ball cerdas darinya bisa meluluh lantahkan pertahanan Trabzonspor.

Di pihak lawan, Trabzonspor kini sedang dalam krisis hasil. Ya, mereka memang mampu keluar sebagai juara grup dengan memaksa klub Italia lainnya, Lazio, berada di posisi runner up. Namun situasinya kini tak sama dengan dua bulan lalu.

Pelatih kepala mereka, Mustafa, Akcay, bahkan sampai mengundurkan diri pada awal bulan ini karena tak sanggup menahan tekanan. Sang asisten, Hami Mandirali, kemudian diangakat sebagai caretaker. Mandirali memang dikenal sebagai legenda terbesar klub. 219 gol-nya di Superleague Turki membawanya jadi top skor sepanjang masa Karadeniz Firtinasi.

Kesuksesannya sebagai pemain diharapkan bisa tertular kala dirinya dipercaya mengisis jabatan pelatih. Pria berusia 45 tahun itu ditugaskan untuk mengakhiri rententan kegagalan Trabzonspor untuk menang dalam empat laga terakhir.

Kembalinya Emre Gural dari cedera diyakini jadi senjata utama di Juventus Stadium nanti. Meski baru pulih pekan lalu, sang striker jadi bintang tim dengan torehan double goal kala timnya imbang 2-2 melawan Akhisar Belediyespor.

Sinergi pengalaman Liga Primer Inggris yang bisa dihadirkan dari Jose Bosingwa dan Didier Zokora diharapkan jadi penunjang ampuh. Bola-bola melebar yang jadi ciri khas Zokora bakal jadi makanan empuk Bosingwa untuk mengirim crossing-crossing akurat ke daerah berbahaya lawan. Juve patut waspada karenanya.

Menilik ulasan yang sudah dipaparkan, rentetan bursa taruhan tetap yakin La Vecchia Signora bakal menang dengan skor di atas tiga gol. Satu hal yang wajar jika membandingkan secara dangkal performa dan kualitas kedua tim. Skor 4-0 sepertinya mampu ditorehkan Tevez dan kawan-kawan.

No comments:

Post a Comment