Joyeux Anniversaire Yohan Cabaye! Hari ini, pemain yang lahir di Tourcoing, Prancis merayakan ulang tahunnya yang ke-28.
Sebelum menjadi pemain profesional seperti sekarang, Cabaye memulai kariernya di klub kampung halamannya, Tourcoing FC saat usianya baru enam. Setelah tujuh tahun di akademi junior, dia baru bergabung ke klub profesional Lille.
Cabaye menghabiskan enam tahun di akademi sebelum menjalani debut profesional di musim 2004/05, membantu Lille memenangi Piala Intertoto pada 2004.
Penampilan impresif Cabaye membuat pelatih Claude Puel memberinya kepercayaan tampil reguler dan untuk kali pertama tampil di Liga Champions. Menit bermain Cabaye melonjak di mana dia tampil di 27 pertandingan, termasuk di antaranya 20 kali sebagai starter. Di tangan Puel pula-lah Cabaye melakoni debut Eropa pada 14 Septeber 2005 di penyisihan grup Liga Champions melawan klub Portugal Benfica.
Perubahan mulai terjadi ketika Rudi Garcia masuk menggantikan Puel pada 2008. Sang pelatih mengubah posisinya menjadi playmaker, namun penampilan pemain dengan tinggi 175 cm sama sekali tidak menurun, dia bahkan mencetak 15 gol di musim 2009/10 dengan posisi barunya sebagai gelandang, menjadi catatan gol tertinggi sepanjang kariernya sejauh ini.
Sempat mengalami pasang surut, puncak karier Cabaye bersama Lille tercipta di musim 2010/11. Cabaye berperan penting dalam perjalanan tim menuju final Coude de France, dengan tampil di lima partai, empat di antaranya sebagai starter.
Pada partai puncak, Cabaye tampil penuh dan Lille mengalahkan Paris Saint Germain 1-0 di Stade de France. Sepekan kemudian Lille resmi merengkuh titel Ligue 1 menyusul hasil imbang 2-2 versus PSG, dan ini menjadi gelar liga pertama klub sejak 1953/54 dan gelar ganda pertama sejak 1945/46.
Penampilan impresif Cabaye membuat dia dikaitkan dengan banyak klub, tapi setelah pertandingan kontra Rennes Garcia mengungkapkan pemainnya akan berlabuh di klub Liga Primer Inggris Newcastle United mulai musim berikutnya. Transfer Cabaye dengan The Magpies dipublikasikan pada 10 Juni 2011 dengan durasi kontrak lima tahun.
Penampilan Cabaye bersama skuat Alan Pardew tidak begitu mulus di dua musim pertama, di mana dia hanya mencetak 11 gol dan 11 assist dalam 73 pertandingan di semua kompetisi.
Tapi di musim 2013/14, Cabaye mulai menunjukkan kembali ketajamannya, menorehkan lima gol dari dan empat assist dari 19 partai, termasuk saat menang 1-0 atas Manchester United di Old Trafford pada 7 Desember 2013.
Di level international, pertama kali mendapat panggilan di timnas Prancis pada Agustus 2010 oleh pelatih Laurent Blanc. Dia melakoni debut internasional saat kalah 2-1 dari Norwegia di pertandingan persahabatan.
Setelah tampil reguler di babak kualifikasi Euro 2012, Cabaye akhirnya dipanggil untuk turnamen internasional pertamanya yang digelar di Ukraina dan Polandia, tampil di laga pembuka kontra Inggris pada 11 Juni.
Pada 19 November 2013, Cabaye menjadi bagian tim Les Bleus yang mencatat comeback sempurna di leg kedua play-off Piala Dunia kontra Ukraina. Tertinggal 2-0 pada leg pertama, Prancis memenangkan laga kedua dengan skor 3-0 dan berhak melaju ke putaran final Piala Dunia 2014.
Sebelum menjadi pemain profesional seperti sekarang, Cabaye memulai kariernya di klub kampung halamannya, Tourcoing FC saat usianya baru enam. Setelah tujuh tahun di akademi junior, dia baru bergabung ke klub profesional Lille.
Cabaye menghabiskan enam tahun di akademi sebelum menjalani debut profesional di musim 2004/05, membantu Lille memenangi Piala Intertoto pada 2004.
Penampilan impresif Cabaye membuat pelatih Claude Puel memberinya kepercayaan tampil reguler dan untuk kali pertama tampil di Liga Champions. Menit bermain Cabaye melonjak di mana dia tampil di 27 pertandingan, termasuk di antaranya 20 kali sebagai starter. Di tangan Puel pula-lah Cabaye melakoni debut Eropa pada 14 Septeber 2005 di penyisihan grup Liga Champions melawan klub Portugal Benfica.
Perubahan mulai terjadi ketika Rudi Garcia masuk menggantikan Puel pada 2008. Sang pelatih mengubah posisinya menjadi playmaker, namun penampilan pemain dengan tinggi 175 cm sama sekali tidak menurun, dia bahkan mencetak 15 gol di musim 2009/10 dengan posisi barunya sebagai gelandang, menjadi catatan gol tertinggi sepanjang kariernya sejauh ini.
Sempat mengalami pasang surut, puncak karier Cabaye bersama Lille tercipta di musim 2010/11. Cabaye berperan penting dalam perjalanan tim menuju final Coude de France, dengan tampil di lima partai, empat di antaranya sebagai starter.
Pada partai puncak, Cabaye tampil penuh dan Lille mengalahkan Paris Saint Germain 1-0 di Stade de France. Sepekan kemudian Lille resmi merengkuh titel Ligue 1 menyusul hasil imbang 2-2 versus PSG, dan ini menjadi gelar liga pertama klub sejak 1953/54 dan gelar ganda pertama sejak 1945/46.
Penampilan impresif Cabaye membuat dia dikaitkan dengan banyak klub, tapi setelah pertandingan kontra Rennes Garcia mengungkapkan pemainnya akan berlabuh di klub Liga Primer Inggris Newcastle United mulai musim berikutnya. Transfer Cabaye dengan The Magpies dipublikasikan pada 10 Juni 2011 dengan durasi kontrak lima tahun.
Penampilan Cabaye bersama skuat Alan Pardew tidak begitu mulus di dua musim pertama, di mana dia hanya mencetak 11 gol dan 11 assist dalam 73 pertandingan di semua kompetisi.
Tapi di musim 2013/14, Cabaye mulai menunjukkan kembali ketajamannya, menorehkan lima gol dari dan empat assist dari 19 partai, termasuk saat menang 1-0 atas Manchester United di Old Trafford pada 7 Desember 2013.
Di level international, pertama kali mendapat panggilan di timnas Prancis pada Agustus 2010 oleh pelatih Laurent Blanc. Dia melakoni debut internasional saat kalah 2-1 dari Norwegia di pertandingan persahabatan.
Setelah tampil reguler di babak kualifikasi Euro 2012, Cabaye akhirnya dipanggil untuk turnamen internasional pertamanya yang digelar di Ukraina dan Polandia, tampil di laga pembuka kontra Inggris pada 11 Juni.
Pada 19 November 2013, Cabaye menjadi bagian tim Les Bleus yang mencatat comeback sempurna di leg kedua play-off Piala Dunia kontra Ukraina. Tertinggal 2-0 pada leg pertama, Prancis memenangkan laga kedua dengan skor 3-0 dan berhak melaju ke putaran final Piala Dunia 2014.


No comments:
Post a Comment